Powered By Blogger

Minggu, 22 Mei 2011

8 Kiat Hindari Kegemukan

Masalah kegemukan selalu dikaitkan pada keturunan. Padahal, kegemukan lebih sering diakibatkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat dan kurang berolahraga.
Menurut F.G. Winarno, ilmuwan senior dari IPB, menjaga berat badan yang sehat seharusnya sudah dimulai sejak bayi lahir. Bayi harus dijaga agar tidak terlalu gemuk. Bayi dan anak-anak yang pertumbuhannya lebih dipercayakan kepada pembantu biasanya mengalami pertumbuhan terlalu cepat, salah satu di antaranya adalah terlalu gemuk.
Tragisnya, banyak ibu yang justru merasa bahagia melihat anaknya gendut sekali. Padahal, anak-anak yang terlalu gemuk akan memiliki sel lemak yang berlipat ganda sejak bayi. Jumlah sel lemak tersebut akan dipertahankan sampai tua.
Bila kelak dewasa dan makan terlalu banyak, sel-sel tersebut mudah mengembang. Badan mudah menjadi gemuk dan kelak dapat berkembang menjadi obesitas.

Problem Nasional
Kasus kegemukan juga menjadi masalah besar terutama pada anak-anak di negara yang ekonominya sudah maju atau berkembang. Jika langkah-langkah nyata untuk mengatasi kegemukan itu tak dilakukan, diperkirakan satu dari lima pria dan sekitar seperempat dari seluruh wanita yang ada dapat mengalami kegemukan dalam tiga tahun mendatang.
Untuk menghindarkan diri dari kecenderungan menjadi gemuk perlu diingat bahwa lemak di piring kita sebagian besar akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh dapat menjadi cepat gemuk.
Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan:

1. Jangan yang digoreng
Masaklah mi dalam air, jangan digoreng. Begitu juga dengan nasi. Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.

2. Kunyah perlahan
Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.

3. Ambil sedikit
Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring. 

4. Tinggalkan meja setelah selesai
Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.

5. Hindari kadar gula dan lemak tinggi
Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

6. Konsumsi banyak buah
Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

7. Waspadai minuman bersoda Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan. Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan.

8. Kurangi menonton televisi
Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi.
Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan sinetron, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.   @Donny Anggoro
Sumber :
Tabloid Gaya Hidup Sehat

Kurang Tidur Mendongkrak Gula Darah





Satu lagi bukti mengenai manfaat tidur bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan tidur yang berkualitas dan cukup bisa membantu menstabilkan gula darah. Itu sebabnya orang yang menderita diabetes disarankan untuk menata pola tidurnya.
Dalam jurnal Diabetes Care, para peneliti dari University of Chicago mengungkapkan penderita diabetes yang memiliki pola tidur yang buruk memiliki kadar glukosa lebih tinggi dan lebih sulit mengendalikan penyakitnya.
Para peneliti membandingkan 40 penderita diabetes melitus dengan 531 orang sehat. Para peneliti ingin mengetahui kaitan potensial antara kualitas tidur, kadar gula darah dan penanda lain yang menunjukkan diabtes terkontrol.
"Kami menemukan pada orang yang diabetes, ada kaitan antara kualitas tidur yang buruk dengan kadar gula darah yang tinggi. Kaitan itu tidak kami dapatkan pada orang yang tidak menderita diabetes," kata Kristen Knutson, peneliti.
Untuk risetnya, Knutson memantau tidur para responden dengan memasang monitor aktivitas yang dipasang di tangan. "Bila tangan banyak digerakkan berarti sedang terjaga," katanya. Para responden juga melaporkan kualitas tidur mereka.
Tim peneliti menemukan orang yang diabetes yang mengalami gangguan tidur memiliki kadar gula darah puasa 23 persen lebih tinggi, kadar insulin puasa 48 persen lebih tinggi dan resistensi insulin 82 persen lebih tinggi dibanding dengan orang yang diabetes namun pola tidurnya normal.
Menanggapi hasil riset tersebut, Dr.Joel Zonszein, direktur Clinical Diabetic Center, di New York, AS, mengatakan kaitan antara kadar glukosa dan pola tidur bagaikan "telur dan ayam".
"Sulit untuk menentukan apakah kadar gula darah yang tinggi disebabkan karena kualitas tidur yang buruk atau pasien yang memiliki kadar glukosa tinggi tidak bisa tidur dengan nyenyak, atau ada penyebab lain," kata Zonszein.
Ia juga menyebutkan orang yang diabetes biasanya kegemukan dan berat badan berlebih akan mengganggu kualitas tidur. Obesitas juga berkaitan dengan sleep apnea atau henti napas sejenak saat tidur.
Namun Zonszein dan Knutson sependapat bahwa orang yang diabetes harus lebih memperhatikan pola tidurnya. "Mengurangi stres adalah salah satu cara untuk mendapatkan tidur yang nyenyak," katanya.
Sumber :
Healthday News

Senin, 16 Mei 2011

Karakter Berdasarkan Urutan Kelahiran

Teory urutan kelahiran membahas generalisasi personaliti yang disebabkan oleh perbedaan urutan kelahiran anak. Biasanya pembahasan ditekankan dengan basis 3 bersaudara : Sulung, Tengah dan bungsu. Alfred Adler, seperti para ahli psychoanalytic lainya merumuskan teori ini berbasiskan riset dan pengalamanya dengan pasien-pasien neurotic yang ditanganinya. Jadi seperti apakah pandangan psychoanalitic pada urutan kelahiran.Adler merumuskan atau lebih tepatnya menyimpulkan berbagai karakter berdasarkan urutan kelahiran si anak sebagai berikut :

a. ONLY
Family Situation;Birth is a miracle. Parents have no previous experience. Retains 200% attention from both parents. May become rival of one parent. Can be over-protected and spoiled.
Child's Characteristics;Likes being the center of adult attention. Often has difficulty sharing with siblings and peers. Prefers adult company and uses adult language.

b. OLDEST
Family Situation;Dethroned by next child. Has to learn to share. Parent expectations are usually very high. Often given responsibility and expected to set an example.
Child's Characteristics;May become authoritarian or strict. Feels power is his right. Can become helpful if encouraged. May turn to father after birth of next child.

c. SECOND
Family Situation;He has a pacemaker. There is always someone ahead.
Child's Characteristics;Is more competitive, wants to overtake older child. May become a rebel or try to outdo everyone. Competition can deteriorate into rivalry.

d. MIDDLE
Family Situation;Is "sandwiched" in. May feel squeezed out of a position of privilege and significance.
Child's Characteristics;May be even-tempered, "take it or leave it" attitude. May have trouble finding a place or become a fighter of injustice.

e. YOUNGEST
Family Situation;Has many mothers and fathers. Older children try to educate him. Never dethroned.
Child's Characteristics;Wants to be bigger than the others. May have huge plans that never work out. Can stay the "baby." Frequently spoiled.

f. TWIN
Family Situation;One is usually stronger or more active. Parents may see one as the older.
Child's Characteristics;Can have identity problems. Stronger one may become the leader.

g. "GHOST CHILD"
Family Situation;Child born after the death of the first child may have a "ghost" in front of him. Mother may becime over-protective.
Child's Characteristics;Child may exploit mother's over-concern for his well-being, or he may rebel, and protest the feeling of being compared to an idealized memory.

h. ADOPTED CHILD
Family Situation;Parents may be so thankful to have a child that they spoil him. They may try to compensate for the loss of his biological parents.
Child's Characteristics;Child may become very spoiled and demanding. Eventually, he may resent or idealize the biological parents.

i. ONLY BOY AMONG GIRLS
Family Situation;Usually with women all the time, if father is away.
Child's Characteristics;May try to prove he is the man in the family, or become effeminate.

j. ONLY GIRL AMONG BOYS
Family Situation;Older brothers may act as her protectors.
Child's Characteristics;Can become very feminine, or a tomboy and outdo the brothers. May try to please the father.

k. ALL BOYS
Family Situation;If mother wanted a girl, can be dressed as a girl.
Child's Characteristics;Child may capitalize on assigned role or protest it vigorously.

l. ALL GIRLS
Family Situation;May be dressed as a boy.
Child's Characteristics;Child may capitalize on assigned role or protest it vigorously.
.........
Hanya sebatas teori, tapi dari analisa diatas, kita setidaknya bisa mengetahui gagasan utama teori Alfred Adler, psikolog asal Austria yang meneliti tentang karakter anak berdasarkan urutan kelahiran di dalam keluarga. Jadi, anak sulung, anak bungsu, anak tunggal, anak kembar, dan yang lainya masing-masing memiliki kecenderungan karakter yang berbeda-beda kalau menurut teori Alfred Adler.

Walaupun penelitian-penelitian yang lebih baru menyimpulkan bahwa faktor urutan kelahiran kenyataannya hanya berpengaruh kecil, tetap menarik bagi guru, orang tua maupun calon orang tua untuk mengetahui hal seperti ini. Di antara hal-hal yang disebutkan sebagai faktor penting pembentuk karakter anak adalah pendidikan, pola asuh orang tua dan posisi ekonomi maupun sosial sebuah keluarga.

BAGAIMANAKAH pandangan agama Islam terhadap persoalan ini?
Dr. K.H. Miftah Faridl berpendapat, secara psikis tentunya ada perbedaan karakter antara masing-masing anak. Akan tetapi, secara agama Islam, mereka itu berbeda hanya pada taraf ketakwaannya ke hadirat Allah SWT. Artinya, orang tua perlu mendorong masing-masing anaknya agar selalu bertakwa kepada-Nya.

"Kalaupun kita mesti mentoleransi perbedaan penyikapan, yang perlu dibedakan adalah perbedaan dorongan motivasi dan mungkin juga sarana bagi anak-anak dalam rangka menjadi orang yang bertakwa ke hadirat Ilaahi Rabbi,".

Selain itu, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 14 dan An Nahl ayat 72, sesungguhnya manusia memang diberi kecenderungan mencintai anak-anak dan hal itu merupakan hadiah, rezeki, atau perhiasan dari Allah SWT. "Sesungguhnya anak-anakmu adalah hadiah bagi kamu." (H.R. Ibn Majah)

Apa sikap orang tua terhadap anak-anak? Apakah orang tua harus adil terhadap semua anak?
Diriwayatkan dari para penyusun kitab Sunan, Imam Ahmad, dan Ibn Hibban dari Al Nu'man bin Basyir, bahwa Rasulullaah bersabda," Bersikaplah adil terhadap anak-anakmu, bersikaplah adil terhadap anak-anakmu."

Sementara itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas bin Malik, Rasulullaah bersabda, "Barangsiapa yang memelihara dua anak perempuan sampai mereka menginjak dewasa, maka pada hari kiamat nanti aku dan dia seperti ini, sambil mengacungkan kedua jarinya."

Dalam hadis yang diriwayatkan Al Baihaqi, Rasulullaah bersabda, "Hak anak atas orang tuanya adalah mendapat pengajaran Al Kitab (Alquran), cara berenang, dan tidak diberi rezeki kecuali yang baik."

Yang sering jadi persoalan dan cenderung kurang diperhatikan oleh para orangtua adalah lemahnya keinginan orangtua untuk memenuhi hak-hak anak, baik itu sulung, tengah maupun bungsu sesuai dengan tuntunan dalam syariat Islam. Acapkali di tengah masyarakat, yang diwarnai fenomena orangtua karir, anak sulung, tengah maupun bungsu merupakan hasil ”didikan” pembantu rumahtangga yang minim pengetahuannya. Akibatnya, anak sulung, tengah maupun bungsu merupakan ”produk” hasil bentukan pembantu rumahtangga, yang mana anak-anak tersebut tumbuh dan berkembang namun kurang selaras dengan konsep pendidikan yang diharapkan orangtuanya.

Anak Anda Adalah Anugrah Anda, Dan Anda Adalah Anugrah Didalam Keluarga Anda.
Semoga Anda mengetahui posisi Anda.......


Ref: Taken from Many Sources

Sop Buntut



Biar tambah di sayang suami, harus bisa nih bikin sop buntut ini. Ternyata gampang banget, hmmmm ... jadi aku kapan dietnya dwoonk hehehe... ^_^
 
Bahan:
1 kg buntut sapi, potong-potong
3500 ml air
150 g wortel, potong membulat
2 buah tomat, potong dadu
150 g kentang, potong dadu
3 sdm minyak goreng
1 batang daun bawang, potong kasar
Bumbu:
8 butir bawang merah, haluskan
6 siung bawang putih, haluskan
½ sdt pala halus
2 sdm sledri cincang
1 sdm bawang merah goreng
1 sdt lada halus
2 sdt garam halus
Cara Membuat:
  1. Didihkan air, rebus buntut sapi selama 1 jam atau hingga buntut empuk. Angkat, tiriskan, dan sisihkan kaldunya.
  2. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Tuang kaldu, buntut, lada, pala dan garam. Masak hingga kaldu mendidih.
  3. Masukkan kentang, wortel, tomat, daun bawang dan sledri cincang. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
  4. Tuang sup ke dalam mangkuk saji, hidangkan hangat dengan taburan bawang merah goreng.
Untuk 5 Porsi

Tip: Pilih buntut sapi impor agar lebih mudah empuk. Proses mengempukkan daging bisa dengan cara di rebus dalam panci presto selama 20 menit.

Omelet Mie Vege

Ini salah satu alternatif sarapan yang sudah komplit, ada karbohidrat, protein, sayuran... lumayan mengenyangkan (apalagi kalo sekali makan 3 biji... hehehe). Makannya dicocolin ke saus tomat atau saus sambel.. atau boleh juga kalo mau pake cabe rawit, enak juga kok...

Omelet Mie Vege
Bahan:2 bungkus mie instant, rebus, tiriskan
3 butir telur, kocok lepas
2 buah wortel, potong korek api
5 buah buncis, potong sering tipis
1 batang daun bawang, iris tipis
4 buah sosis ayam, potong kotak kecil-kecil
1 sdm tepung terigu
50ml susu UHT plain
50 gram keju cheddar parut
1 sdt garam
1/2 sdt merica
1/2 sdt bawang putih bubuk

Cara Membuat:Dalam baskom, masukkan telur kocok
Masukkan terigu sambil dikocok dengan balon whisk
Masukkan susu cair, aduk
Masukkan berturut-turut wortel, buncis, daun bawang dan mie rebus, aduk rata
Masukkan keju parut, aduk sampai rata
Siapkan cetakan kue lumpur, panaskan dengan api sedang, oles dengan minyak goreng sampai sedikit tergenang alasnya (kira-kira 1/2 sdt kali ya...)
Kecilkan api, tuang adonan mie telur ke dalam tiap lubang cetakan, kira-kira 3/4 penuh
Setelah semuanya terisi, tutup cetakan dan biarkan sampai bagian bawahnya cukup berkulit, balik, dan biarkan hingga cukup matang
Angkat, sajikan hangat..

Note: pastikan api tidak terlalu besar, cukup kecil saja, agar makanan matang sampai ke dalam.. kalo kegedean api, luarnya udah gosong, dalemnya masih lembek belum mateng...

Etika Dalam Berkomunikasi


A. Definisi Etika ( Etik )
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

B. Pengertian Etiket
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

C. Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi
Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkahlaku yang baik

D. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik
- Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
- Menatap mata lawan bicara dengan lembut
- Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
- Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
- Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
- Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
- Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
- Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
- Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
- Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
- Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri)
- Dan lain sebagainya.

Watak Berdasarkan Tanggal Lahir

 Januari | Februari | Maret | April | Mei | Juni | Juli | Augustus | September | Oktober | November | Desember
1 Juli  Simpatik, berpikiran luas, firasatnya tajam, pendapatnya asli dan agak segan. Ia bisa berhasil dalam bidang teknik terutama mesin. ..

2 Juli  Bisa cepat memperoleh kemajuan dalam bidang usaha apa saja yang disukainya terutama dalam angkatan perang baik darat, laut, maupun udara ia bisa berhasil dengan baik. ..

3 Juli  Berperangai agak aneh, sering kali bertentangan antara satu dengan lainnya, perasaannya mudah tersinggung, tetapi sebenarnya ia memiliki watak yang baik. ..

4 Juli  Belas kasih, ramah-tamah, lebih suka tinggal di rumah, agak kolot dan peraasaannya terlalu halus serta tidak bisa menerima kesamaan atau kritikan. ..

5 Juli  Belas kasih, ramah-tamah, sabar, otaknya tajam dan agung wataknya. Tetapi kalau menerima asuhan yang salah, ia bisa sombong dan keras. .

6 Juli  Belas kasih, baik tutur katanya sehingga banyak disukai orang, perasaannya mudah tersinggung, hatinya sering merasa sedih dan murung serta uring-uringan. ..

7 Juli  Pandai, panjang akal, karakternya keras dan kuat dan ingin menguasai atau menundukkan orang lain. Kalau pendidikannya kurang, ia bisa tidak disukai dalam pergaulan umum sebab sifatnya yang aneh-aneh dan kurang menyenangkan. .

8 Juli  Kaku, brangasan, mudah tersinggung, suka mempengaruhi orang lain, tetapi hatinya baik dan tidak suka dendam hati. Kalau ia dapat panjang sabar, tidak mudah marah, ia bisa berhasil dalam penghidupannya. ..

9 Juli  Otaknya terang, mudah memahami pelajaran apa saja yang dituntutnya, hatinya mulia dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan di sekelilingnya. Karena itu ia bisa menjadi orang terpelajar dan disukai banyak orang. .

10 Juli  Cerdas, berani, firasatnya luar biasa tajam, msnis dan bijaksana. Ia akan berhasil baik dalam pekerjaan yang bersifat penelitian seksama. .

11 Juli  Luar biasa pandai, terutama kalau ia dilahirkan pada pagi subuh, sopan-santun, artistik dan musikal perasaannya mudah tersinggung. ..

12 Juli  Luas pemikirannya, ambisius, bisa bekerja keras untuk mencpai apa yang didambakannya. Ia bisa berhasil di bidang kewartawanan atau pekerjaan yang bersifat seni terutama kesusasteraan dan musik. ..

13 Juli  Kuat, keras kepala, jalan pemikirannya tidak mudah dimengerti dan ia tidak suka mengalah kepada siapapun. ..

14 Juli  Kuat, keras kepala, berani mati. Ia bisa memiliki karir pelayaran yang patut dipuji. ..

15 Juli  Gerak-geriknya sangat gesit, berani tampil ke muka, setia dalam menjalankan tugasnya dan bisa mendapatkan penemuan baru. Ia bisa berhasil dan terkenal dalam penghidupannya. ..

16 Juli  Murah hati, sering bertingkah aneh. Ia bisa menjadi korban penipuan sebab ia terlalu gemar pada pujian-pujian kosong. ..

17 Juli  Ambisius, sangat aktif dalam segala hal, suka bergaul dan tolong-menolong sehingga ia pun akan sering menerima pertolongan yang berharga. .

18 Juli  Otaknya terang, tahu diri, tidak suka berlagak, berani mengakui kesalahan yang diperbuatnya, berhati-hati dalam setiap tindak-tanduknya supaya tidak menimbulkan ketegangan. ..

19 Juli  Pandai, akal pemikirannya asli, memiliki pendirian sendiri dan suka menyediri serta banyak merenung seorang diri. ..

20 Juli  Memiliki hawa nafsu yang besar, angan-angannya sering terlalu muluk yang tidak mungkin dicapai sehingga kadang kala salah ditafsirkan orang. .

21 Juli  Perangainya halus, tutur katanya lemah-lembut, menyenangkan orang, artistik dan suka akan keindahan alam. Ia bisa terkenal dalam lingkungan pergaulan umum. ..

22 Juli  Suka bergaul, sangat toleran (suka mengalah dan tidak suka mencari perkara). Ia akan lebih banyak berhasil dalam bidang surat-menyurat. ..

23 Juli  Sangat sensitif (mudah tersinggug), hatinya mulia dan sikapnya manis budi. Ia bisa berhasil dalam penghidupannya sebab ia suka mengalah. .

24 Juli  Sangat simpatik, murah hati, otaknya terang dan kelakuannya sopan-santun sehingga ia bisa meninggalkan kesan yang menyenangkan dalam pergaulan umum luas. ..

25 Juli  Sangat aktif, bersemangat, tabiatnya riang gembira, optimis dan praktis pikirannya serta agak ambisius. Ia banyak disuka orang sebab ia bisa merendah dalam pergaulan. Ia bisa berhasil dalam karir kemiliteran. ..

26 Juli  Bisa beruntung dalam hubungan percintaan, sangat keras dan memiliki harta benda atau warisan yang bisa tahan lama. Ia bisa berhasil dalam lapangan kesenian terutama musik dan sandiwara. ..

27 Juli  Pandai, pikirannya asli, keras kepala, mau menang sendiri dan ulet dalam berusaha serta bisa mengambil keputusan yang tetap. ..

28 Juli  Murah hati dan kecerdasannya luar biasa. Ia bisa menjadi seorang "jenius", ialah orang yang dapat menemukan suatu pendapat baru karena kepandaiannya yang luar biasa. ..

29 Juli  Firasatnya tajam, berlaku waspada, suka akan ilmu gaib karena itu kalau ia terpelajar bisa menjadi seorang ahli mata yang baik, jujur dan dihormati orang, tetapi kalau ia kurang pendidikan atau salah asuhan, ia bisa menjadi seorang "dukun klinik"" ..

30 Juli  Semangatnya tinggi dan berambisi, suka sekali mengejar kedudukan dan pujian dan mudah sekali merasa bosan. Ia bisa berhasil dalam bidang kewartawanan. ..

31 Juli  Cerdas, banyak akalnya, bisa berdiplomasi dan dapat menyesuaikan diri dalam segala keadaan, tetapi agak ambisius. Ia bisa menjadi perintis atau pembuka jalan suatu kegiatan atau penemuan baru. ..

   


 


copyright 2005-2008
gemintang.com
eXTReMe Tracker