Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Si Kecil Mengalami Gangguan Sakit Perut, Makan Bubur Tempe

Si Kecil Mengalami Gangguan Sakit Perut, Makan Bubur Tempe
Kalau si kecil sedang mengalami gangguan sakit perut, bubur ini cocok untuknya. Daging yang gurih dengan tempe yang berkhasiat untuk diare menjadi lauk yang enak. Sajikan selagi hangat.
Bahan Bubur:
100 g beras, cuci bersih, tiriskan
750 ml kaldu ikan
1 lembar daun salam
2 sdt garam
1 sdt kaldu ayam bubuk
Topping:
2 sdm minyak sayur
30 g bawang bombay, cincang
200 g daging sapi cincang
75 g tempe, potong kecil
2 sdm kecap Jepang
½ sdm kecap manis
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Cara membuat:
* Masak bahan bubur menjadi satu di atas api kecil hingga beras hancur dan kental. Angkat.
* Topping: Tumis bawang putih hingga wangi.
* Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
* Tambahkan tempe, aduk hingga rata.
* Masukkan bumbu, masak hingga bumbu meresap. Angkat.
* Sajikan bubur dengan topping-nya. (dtc/Aziz)

Campak

Sudah 2 hari ini si bungsu Khansa harus rela tidak keluar rumah gara2 kena Campak. Sabar ya deek... ^_^
Buka kebetan tentang campak aah... biar gak was was.

Campak merupakan nama yang tidak asing lagi bagi para ibu yang mempunyai bayi berusia 9 bulan. Ya, karena pada umur 9 bulan atau tepatnya 8 sampai 9 bulan, bayi akan mendapatkan imunisasi campak yang merupakan salah satu imunisasi wajib pada bayi untuk mencegah bayi terkena penyakit campak.

Campak merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyerang anak anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian campak dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.


Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi virus Rubella, oleh karena itu campak juga sering disebut Demam Rubella. Virus ini sangat menular terutama pada anak anak dengan daya tahan tubuh yang buruk. Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara yang berasal dari batuk, bersin atau kotoran tangan penderita campak. Penderita dapat menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.

Membedakan penyakit campak dengan penyakit demam yang lain tidaklah terlalu sulit. Pada penderita campak akan ditemuka demam yang tinggi (paling tinggi dicapai setelah 4 hari), bintik putih pada bagian dalam pipi di sebelah depan gigi geraham, mata merah dan berair, tenggorokan sakit, pilek, batuk yang khas kering dan keras. Pada beberapa anak terdapat muntah-muntah dan diare, bintik yang khas ini muncul di belakang telinga, menyebar ke muka kemudian ke seluruh badan.

Komplikasi yang timbul pada penyakit ini merupakan penyebab kematian utama pada campak. Komplikasi itu antara lain : Infeksi telinga bagian tengah, Bronkhitis (infeksi saluran pernafasan bagian bawah), Pneumonia (infeksi paru-paru), Encephalitis (radang otak).
Mengerikan bukan? Seperti penyakit penyakit lainnya, pada penyakit campak pun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum ke dokter. Tindakan tindakan itu antara lain : tinggal dirumah sampai penyakit tidak menular lagi, istirahat dan minum banyak cairan, minum obat anti demam, minum obat batuk. Bila menderita sakit telinga, keluar cairan dari telinga, demam terus-menerus, kejang-kejang atau mengantuk segera ke dokter.

Saat tiba di tempat dokter, penderita campak akan diberikan beberapa tindakan medis guna mencegah komplikasi tetapi bila sudah terdapat komplikasi maka akan dilakukan upaya upaya untuk mengobati komplikasi yang ada. Bila dokter merasa bahwa penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter dapat merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.

4 Mitos yang Salah Seputar Ayah

4 Mitos yang Salah Seputar Ayah



img
ilustrasi (Foto: cdn)
Seorang laki-laki yang baru saja menjadi ayah mungkin memiliki beberapa asumsi mengenai apa peran dari ayah. Tapi beberapa asumsi ini sebenarnya salah dan hanya mitos saja, karenanya ketahui asumsi apa saja yang salah.

Selama ini banyak orang menganggap bahwa ayah tidak memiliki peran yang utama bagi bayi yang baru dilahirkan, sehingga seringkali muncul asumsi-asumsi yang salah. Padahal seorang ayah juga memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Kemungkinan mitos yang terbesar adalah tidak adanya definisi untuk seorang ayah yang baik, padahal mitos tersebut salah. Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (4/6/2010) ada empat mitos seputar ayah yang sering dipercaya banyak laki-laki, yaitu:

Mitos 1: Hanya perasaan seorang ibu yang penting untuk diperhatikan
Perubahan tubuh yang terjadi selama hamil, serta tingginya perhatian terhadap proses kelahiran membuat semua orang berpikir bahwa perasaan ibu adalah sesuatu yang penting. Namun dibalik semua itu perasaan dari ayah juga penting untuk diperhatikan termasuk kesehatan fisik dan mental.

Sebenarnya perasaan takut dan khawatir juga bisa melanda seorang ayah, seperti perubahan yang terjadi setelah memiliki anak, atau apakah memiliki anak akan menghambat karirnya. Namun karena tak ingin menambah kekhawatiran istrinya ia akan memilih diam. Padahal pasangan juga mengharapkan interaksi timbal balik, selain itu berbagi perasaan bersama bisa menambah kedekatan keduanya.

Mitos 2: Bayi yang baru lahir tidak benar-benar membutuhkan ayah
Meskipun seorang ayah tidak bisa menyusui bayinya, bukan berarti bayi tidak membutuhkan sosok ayah. Bagi bayi ayah tetaplah orang yang penting dalam hidupnya. Seorang ayah bisa membantu pasangannya dalam mengurus bayi seperti saat mandi, mengganti popok, menghibur dan menenangkan bayi yang menangis. Kegiatan ini juga bisa menambah ikatan antara ayah dan bayi, sehingga peran seorang ayah tetaplah diperlukan.

Mitos 3: Laki-laki tidak tahu cara merawat anak-anak
Mitos ini salah satu kesalahan besar, karena meskipun seorang ayah terlihat cuek tapi ia tetap bisa merawat anak-anaknya. Dr Spock, seorang dokter anak mengungkapkan bahwa ayah bisa menjadi pengasuh utama anak-anak. Jika ayah banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya maka ia bisa mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh anaknya.

Mitos 4: Ayah yang terlalu fokus pada anak tidak bisa bekerja maksimal
Selama ini ada anggapan bahwa orang yang memilih berkorban untuk keluarga tidak bisa sukses di tempat kerja, tapi mitos ini tidaklah benar. Karena bisa menjadi ayah yang baik bagi keluarga merupakan prestasi yang penting dalam sebuah kehidupan. Sementara itu banyak diantaranya yang bisa memiliki karir bagus sekaligus menjadi ayah yang baik untuk keluarganya.


(ver/ir)

Macam-macam Ruam Merah Pada Bayi

img
ilustrasi (Foto: wellsphere)
Ruam merah yang timbul pada bayi dan anak-anak tak hanya akibat biang keringat saja. Beberapa ruam merah terkadang pertanda dari penyakit serius. Kenali macam-macam ruam merah yang sering menyerang bayi.

Selama ini masyarakat mengetahui jika anak mengalami ruam disebabkan oleh biang keringat atau akibat ruam popok. Tapi ada beberapa ruam merah yang bisa menjadi petunjuk penyakit serius yang sedang dialami si kecil.

Kalau hanya ruam akibat biang keringat itu disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar keringat oleh sel-sel kulit mati yang tidak terbuang sempurna.

Keringat yang tidak bisa keluar ini akan menimbulkan bintik-bintik merah yang disertai rasa gatal. Kondisi ini akan hilang dan cenderung tidak berbahaya.

Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader, Selasa (8/6/2010) yang diterbitkan Esensi ada beberapa ruam yang jadi pertanda penyakit, yaitu:

Ruam Merah Pertanda Cacar air
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang sangat umum, serta menyebabkan bercak merah dan gatal di daerah dada dan punggung. Tapi bisa juga timbul diseluruh bagian tubuh.

Bercak merah tersebut lama kelamaan akan berubah menjadi bintil seperti tetesan air yang kemudian mengering dan menjadi koreng. Biasanya anak akan merasa tidak enak badan sebelum bercak tersebut muncul.

Orangtua sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter jika anak merasakan sakit, menolak untuk minum, muncul ruam atau bintil di dekat mata, bercaknya seperti terinfeksi (daerah kemerahan yang menyebar disekitarnya) atau demamnya tidak turun.

Usahakan anak tidak merasa kepanasan, karena itu sebaiknya tidak menggunakan celana panjang atau jaket untuk mengurangi munculnya bintil-bintil. Memotong kuku anak untuk mengurangi luka garukan, memberikan lotion untuk mengurangi rasa gatal serta memberikan obat pereda demam yang sesuai.

Ruam Merah Pertanda Penyakit Fifth
Penyakit ini dikenal juga sebagai slapped cheek disease, karena ada ruam seperti bekas tamparan di pipi anak. Infeksi ringan ini disebabkan oleh parvovirus.

Ruam merah seperti bekas tamparan ini awalnya akan muncul di wajah, tapi bisa menyebar ke badan dan terkadang anak mengalami sakit persendian. Penyakit fifth ini bisa menyebabkan anemia pada anak yang memiliki penyakit sel sabit (sickle cell disease).
Ruam Merah Pertanda Penyakit Campak
Penyakit ini sangat menular dan disebabkan oleh virus dengan masa inkubasi berkisar 10-14 hari. Gejala yang muncul diawali dengan demam tinggi yang diikuti gejala seperti flu. Setelah 4 hari akan muncul ruam kemerahan yang diawali di wajah dan bisa menyebar di seluruh tubuh, saat ruam memudar warnanya akan berubah menjadi kecoklatan. Ada kemungkinan anak mengalami sakit mata, batuk atau sakit telinga yang membuatnya menderita.

Jika kondisinya semakin memburuk dan sulit bernapas, segeralah membawanya ke dokter. Selain itu bujuklah si kecil untuk banyak minum, memberinya obat penurun demam serta menjauhkannya dari anak atau orang dewasa yang belum terkena campak.

Ruam Merah Pertanda Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut
Infeksi virus ini tidak terlalu menular dan biasanya berlangsung sekitar seminggu serta menyebabkan bercak dan bintil lepuhan pada telapak tangan, kaki dan juga mulut.

Ruam yang timbul ini tidak gatal tapi mungkin akan timbul demam. Jika orangtua ragu terhadap diagnosis ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Untuk membantunya orangtua bisa memberikan makanan yang lunak dan encer serta minum dari sedotan.

Ruam Merah Pertanda Roseola
Penyakit ini umumnya dijumpai pada bayi usia enam bulan hingga dua tahun. Virus ini menyebabkan demam tinggi selama 3-5 hari, saat si kecil membaik baru akan timbul titik-titik atau ruam.

Terkadang bayi yang terkena roseola dirawat di rumah sakit untuk mencegah kemungkinan meningitis. Jika anak sangat rewel, lemas, selalu mengamuk, mengalami kejang atau tidak membaik meski bercak sudah muncul, maka konsultasikan dengan dokter.

Ruam Merah Pertanda Penyakit rubela
Infeksi ringan yang sering disebut dengan campak Jerman ini akan ditandai dengan ruam serupa campak yang muncul di hari pertama anak sakit, serta sering pula mengalami pembengkakan kelenjar limfa di belakang leher.

Meskipun anak tidak membutuhkan perawatan khusus, anak tetap harus dibawa ke dokter jika setelah 4 hari kondisinya tidak membaik.
(ver/ir)

Oralit Saja Tidak Cukup, Anak Diare Butuh Zinc

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Sebagian besar orangtua hanya memberi oralit jika anaknya diare. Langkah ini sudah betul, namun badan kesehatan dunia atau WHO menganjurkan agar anak juga diberi mineral seng atau zinc (Zn) agar kebal diare setidaknya dalam 3 bulan berikutnya.

Berbagai penelitian membuktikan, diare pada anak sangat erat kaitannya dengan defisiensi atau kekurangan zinc. Karena itu, diare sering terjadi pada anak-anak yang kurang gizi mengingat zinc merupakan mikronutrien dalam berbagai makanan dikonsumsi sehari-hari.

Sejak tahun 2009, WHO telah menganjurkan agar anak yang diare tidak hanya diberi oralit melainkan juga suplemen zinc. Pemberian suplemen tersebut selama 10 hari bisa mengurangi risiko untuk terkena diare kembali selama kurang lebih 3 bulan berikutnya.

"Indonesia juga sudah mengadopsi anjuran tersebut, namun pelaksanaannya di lapangan saya kurang tahu. Itu wilayahnya Kementerian Kesehatan," ungkap dr Helmin Agustina, Medical Manager Consumer Health Division Kalbe Farma dalam jumpa pers Gerakan Kebersihan untuk Keluarga Sehat Indonesia (GKKSI) di fX Plaza Senayan, Kamis (12/5/2011).

Ia tidak terlalu yakin semua Puskesmas serta dokter anak di Indonesia sudah berinisiatif memberikan suplemen zinc bersama oralit ketika pasiennya terkena diare. Namun jika menghendaki, siapapun bisa mendapatkan tablet zinc di apotek tanpa harus menggunakan resep dokter.

dr Helmin juga membenarkan bahwa zinc berperan dalam menurunkan risiko diare pada anak. Selain minum uplemen zinc saat sakit, ia juga menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi gizi seimbang terutama yang mengandung zinc antara lain daging, sayur dan buah-buahan.

Selain kurangnya asupan zinc, faktor kebersihan juga paling banyak memicu diare pada anak khususnya jenis diare yang disebabkan oleh infeksi kuman. Karena itu perilaku hidup bersih penting untuk diterapkan, antara lain dengan selalu cuci tangan dan menutup makanan dengan tudung saji.

GKKSI merupakan salah satu upaya yang dilakukan perusahaan farmasi Kalbe Farma untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, bagi pencegahan diare pada anak. Tahun ini, kegiatan yang berisi sosialisasi pada ibu-ibu ini dilakukan di Sidoarjo Jawa Timur.

Perilaku hidup bersih penting untuk dilakukan karena hingga kini WHO mencatat, diare masih menempati 5 besar penyebab kematian anak di seluruh dunia. Kematian akibat diare umumnya dipicu oleh hilangnya carian tubuh atau dehidrasi, akibat usus besarnya tidak mampu menyerap cairan.



(up/ir)

Senin, 16 Mei 2011

Karakter Berdasarkan Urutan Kelahiran

Teory urutan kelahiran membahas generalisasi personaliti yang disebabkan oleh perbedaan urutan kelahiran anak. Biasanya pembahasan ditekankan dengan basis 3 bersaudara : Sulung, Tengah dan bungsu. Alfred Adler, seperti para ahli psychoanalytic lainya merumuskan teori ini berbasiskan riset dan pengalamanya dengan pasien-pasien neurotic yang ditanganinya. Jadi seperti apakah pandangan psychoanalitic pada urutan kelahiran.Adler merumuskan atau lebih tepatnya menyimpulkan berbagai karakter berdasarkan urutan kelahiran si anak sebagai berikut :

a. ONLY
Family Situation;Birth is a miracle. Parents have no previous experience. Retains 200% attention from both parents. May become rival of one parent. Can be over-protected and spoiled.
Child's Characteristics;Likes being the center of adult attention. Often has difficulty sharing with siblings and peers. Prefers adult company and uses adult language.

b. OLDEST
Family Situation;Dethroned by next child. Has to learn to share. Parent expectations are usually very high. Often given responsibility and expected to set an example.
Child's Characteristics;May become authoritarian or strict. Feels power is his right. Can become helpful if encouraged. May turn to father after birth of next child.

c. SECOND
Family Situation;He has a pacemaker. There is always someone ahead.
Child's Characteristics;Is more competitive, wants to overtake older child. May become a rebel or try to outdo everyone. Competition can deteriorate into rivalry.

d. MIDDLE
Family Situation;Is "sandwiched" in. May feel squeezed out of a position of privilege and significance.
Child's Characteristics;May be even-tempered, "take it or leave it" attitude. May have trouble finding a place or become a fighter of injustice.

e. YOUNGEST
Family Situation;Has many mothers and fathers. Older children try to educate him. Never dethroned.
Child's Characteristics;Wants to be bigger than the others. May have huge plans that never work out. Can stay the "baby." Frequently spoiled.

f. TWIN
Family Situation;One is usually stronger or more active. Parents may see one as the older.
Child's Characteristics;Can have identity problems. Stronger one may become the leader.

g. "GHOST CHILD"
Family Situation;Child born after the death of the first child may have a "ghost" in front of him. Mother may becime over-protective.
Child's Characteristics;Child may exploit mother's over-concern for his well-being, or he may rebel, and protest the feeling of being compared to an idealized memory.

h. ADOPTED CHILD
Family Situation;Parents may be so thankful to have a child that they spoil him. They may try to compensate for the loss of his biological parents.
Child's Characteristics;Child may become very spoiled and demanding. Eventually, he may resent or idealize the biological parents.

i. ONLY BOY AMONG GIRLS
Family Situation;Usually with women all the time, if father is away.
Child's Characteristics;May try to prove he is the man in the family, or become effeminate.

j. ONLY GIRL AMONG BOYS
Family Situation;Older brothers may act as her protectors.
Child's Characteristics;Can become very feminine, or a tomboy and outdo the brothers. May try to please the father.

k. ALL BOYS
Family Situation;If mother wanted a girl, can be dressed as a girl.
Child's Characteristics;Child may capitalize on assigned role or protest it vigorously.

l. ALL GIRLS
Family Situation;May be dressed as a boy.
Child's Characteristics;Child may capitalize on assigned role or protest it vigorously.
.........
Hanya sebatas teori, tapi dari analisa diatas, kita setidaknya bisa mengetahui gagasan utama teori Alfred Adler, psikolog asal Austria yang meneliti tentang karakter anak berdasarkan urutan kelahiran di dalam keluarga. Jadi, anak sulung, anak bungsu, anak tunggal, anak kembar, dan yang lainya masing-masing memiliki kecenderungan karakter yang berbeda-beda kalau menurut teori Alfred Adler.

Walaupun penelitian-penelitian yang lebih baru menyimpulkan bahwa faktor urutan kelahiran kenyataannya hanya berpengaruh kecil, tetap menarik bagi guru, orang tua maupun calon orang tua untuk mengetahui hal seperti ini. Di antara hal-hal yang disebutkan sebagai faktor penting pembentuk karakter anak adalah pendidikan, pola asuh orang tua dan posisi ekonomi maupun sosial sebuah keluarga.

BAGAIMANAKAH pandangan agama Islam terhadap persoalan ini?
Dr. K.H. Miftah Faridl berpendapat, secara psikis tentunya ada perbedaan karakter antara masing-masing anak. Akan tetapi, secara agama Islam, mereka itu berbeda hanya pada taraf ketakwaannya ke hadirat Allah SWT. Artinya, orang tua perlu mendorong masing-masing anaknya agar selalu bertakwa kepada-Nya.

"Kalaupun kita mesti mentoleransi perbedaan penyikapan, yang perlu dibedakan adalah perbedaan dorongan motivasi dan mungkin juga sarana bagi anak-anak dalam rangka menjadi orang yang bertakwa ke hadirat Ilaahi Rabbi,".

Selain itu, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 14 dan An Nahl ayat 72, sesungguhnya manusia memang diberi kecenderungan mencintai anak-anak dan hal itu merupakan hadiah, rezeki, atau perhiasan dari Allah SWT. "Sesungguhnya anak-anakmu adalah hadiah bagi kamu." (H.R. Ibn Majah)

Apa sikap orang tua terhadap anak-anak? Apakah orang tua harus adil terhadap semua anak?
Diriwayatkan dari para penyusun kitab Sunan, Imam Ahmad, dan Ibn Hibban dari Al Nu'man bin Basyir, bahwa Rasulullaah bersabda," Bersikaplah adil terhadap anak-anakmu, bersikaplah adil terhadap anak-anakmu."

Sementara itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas bin Malik, Rasulullaah bersabda, "Barangsiapa yang memelihara dua anak perempuan sampai mereka menginjak dewasa, maka pada hari kiamat nanti aku dan dia seperti ini, sambil mengacungkan kedua jarinya."

Dalam hadis yang diriwayatkan Al Baihaqi, Rasulullaah bersabda, "Hak anak atas orang tuanya adalah mendapat pengajaran Al Kitab (Alquran), cara berenang, dan tidak diberi rezeki kecuali yang baik."

Yang sering jadi persoalan dan cenderung kurang diperhatikan oleh para orangtua adalah lemahnya keinginan orangtua untuk memenuhi hak-hak anak, baik itu sulung, tengah maupun bungsu sesuai dengan tuntunan dalam syariat Islam. Acapkali di tengah masyarakat, yang diwarnai fenomena orangtua karir, anak sulung, tengah maupun bungsu merupakan hasil ”didikan” pembantu rumahtangga yang minim pengetahuannya. Akibatnya, anak sulung, tengah maupun bungsu merupakan ”produk” hasil bentukan pembantu rumahtangga, yang mana anak-anak tersebut tumbuh dan berkembang namun kurang selaras dengan konsep pendidikan yang diharapkan orangtuanya.

Anak Anda Adalah Anugrah Anda, Dan Anda Adalah Anugrah Didalam Keluarga Anda.
Semoga Anda mengetahui posisi Anda.......


Ref: Taken from Many Sources

Senin, 18 April 2011

PERAN MEDIA MASSA & TEKNOLOGI THDP PERKEMBANGAN ANAK

Hari-hari terakhir ini, kita hampir tidak dapat dilepaskan dari hingar bingar berita skandal video porno mirip artis yang sudah tersebar bebas di internet. Lepas dari segala kecaman maupun berita yang disorotkan ke artis yang terlibat, kita memang perlu prihatin bahwa tersebarnya rekaman tersebut, sudah terjangkau hingga ke berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Bahkan jauh sebelum kehebohan video ini muncul, kita tentu masih ingat tersebarnya pula rekaman video seks mantan pejabat, mahasiswa, ganti baju artis, dan masih banyak lagi.
Semuanya merupakan aktivitas yang cenderung ditabukan dalam kultur masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Dan tidak dapat dipungkiri, kasus yang melibatkan artis-artis terkenal ini menjadi perhatian public maupun pemerintah yang cukup besar karena mereka adalah figur public, sehingga membuat lebih banyak kalangan yang cenderung ingin tahu, apa yang sedang diberitakan media massa.
Harus kita akui, di jaman yang serba modern ini, penyebaran informasi apapun, baik yang positif maupun negative, relative sulit dihindari, termasuk juga informasi-informasi yang seharusnya diperuntukkan untuk orang dewasa yang sudah siap lahir dan batin menerima informasi tersebut. Apalagi, perkembangan internet dan perangkatnya yang semakin murah dan semakin kita butuhkan untuk aktivitas sehari-hari sehingga memungkinkan akses yang semakin mudah.
Tentu tidak akan efektif bila kita sebagai orang tua, hanya sekedar melarang anak kita dan memarahinya bila kita mendapatinya sedang mengkonsumsi informasi yang tergolong dewasa, baik melalui internet, handphone, televisi ataupun alat teknologi lain, karena hal itu akan memunculkan rasa penasaran yang besar pada anak, dan ujung-ujungnya, akan mudah tergoda untuk mencari tahu dalam bentuk praktek nyata, seperti yang kebanyakan diberitakan selama ini di berbagai media massa.
Oleh sebab itu, kunci utama untuk melindungi buah hati kita dari dampak negative kemajuan teknologi, dengan tetap kita mampu memaksimalkan segi positif dari teknologi tersebut, adalah KOMUNIKASI. Seperti layaknya setiap hubungan apapun itu, termasuk hubungan antar suami-istri, KOMUNIKASI merupakan sarana yang paling efektif untuk saling memberikan masukan, saling memahami, saling memberikan pengertian, dan saling belajar satu sama lain dalam mencapai win-win solution di setiap masalah apapun.
Marah, memaksa, melarang, menghukum, maupun tindakan emosional lainnya, cenderung meningkatkan perasaan tertekan dan keinginan memberontak pada anak, yang ujung-ujungnya, akan menyulitkan orang tua dalam penanaman nilai secara tepat.
Komunikasi antar orang tua-anak yang terjalin dengan baik (artinya, anak merasa nyaman setiap kali berkomunikasi dengan orang tuanya, bukan malah tertekan atau takut), akan jauh lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai dibandingkan factor luar. Hanya pada saat anak tidak merasa nyaman ketika ia di rumah, itulah saatnya factor luar (teman, media massa, dll) memberikan pengaruh yang signifikan.
Lantas, bagaimana caranya ber-KOMUNIKASI yang efektif agar anak mudah memahami pengertian yang dimaksud orang tua?
Di sini, dibutuhkan KESESUAIAN antara inti informasi yang dikomunikasikan orang tua dengan perkembangan mental anak, yang umumnya mengikuti perkembangan usianya.
Tidak dapat dipungkiri, perkembangan intelektual dapat semakin cepat dan semakin dini berkat pengaruh gizi, lingkungan, maupun pola asuh. Namun sebaliknya, perkembangan mental perlu proses sinergi terus menerus antara orang tua-anak-lingkungan hingga anak mulai mampu mengambil tanggung jawab secara mandiri di masa dewasa.
Oleh sebab itu, kami sajikan beberapa tips berikut ini yang dapat dicoba orang tua dalam menanamkan nilai-nilai normative (khususnya terkait perilaku seks bebas):
1. Memanfaatkan Perumpamaan/ Metafora CINTA dan RESMI
Hal ini terutama saat anak berusia di bawah sekurang-kurangnya 7 tahun (sekitar SD kelas 2), bertanya dari mana ia dilahirkan.
  • Lebih baik orang tua menghindari jawaban yang sulit diterima akal sehat karena kelak di masa depan, anak akan sulit percaya kepada orang tua bila ternyata kenyataannya tidak seperti yang disampaikan orang tua.
  • Lebih baik orang tua memberikan jawaban dari Cinta, seperti cerita cinta dongeng Cinderella dan dari Cinta itulah, anak dilahirkan. Maka, konsep terlahir dari “Cinta”, menjadi norma yang terekam di informasi anak.
  • Di atas usia 7 th – awal masa akil balik, orang tua bisa menambahkan konsep “Cinta” tersebut dengan konsep “Resmi”, di mata agama dan hukum, seperti anak yang terlahir dari Cinta yang telah dipersatukan secara resmi oleh agama dan hukum dalam bentuk pernikahan yang sah.
  • Maka ketika anak sudah memasuki masa akil balik (remaja ke atas), nilai-nilai “Cinta” dan “Resmi” sudah terekam di kepribadian anak, sehingga selanjutnya, tugas orang tua relative lebih ringan dengan membimbing anak untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi organ tubuh yang sudah mulai matang. Baru pada saat itulah, anak baru dapat belajar mengenai awal mula “Proses Biologis” terbentuknya kelahiran anak dengan nilai-nilai “Cinta” dan “Resmi” yang tertanam.
2. Menunjukkan kebahagiaan yang terpancar dari foto-foto perkawinan orang tua
3. Menunjukkan kebahagiaan yang terpancar dari dokumen kelahiran anak, hasil dari Cinta kasih yang diwujudkan dalam bentuk pernikahan Resmi.
4. Menekankankan dan selalu mengulang kata “Ayah dan Ibu PERCAYA sama Adik (atau nama panggilan anak), dan bahwa Adik akan selalu menggunakan kepercayaan Ayah dan Ibu dengan baik”
5. Menjelaskan bahwa perilaku seks bebas seperti yang ditunjukkan oleh artis maupun orang lain seperti yang diberitakan di berbagai media massa maupun internet, itu bukanlah “Cinta” karena tidak dipertanggungjawabkan secara “Resmi” di hadapan agama dan hukum. Maka dari itu, perilaku semacam itu, tidak akan menghasilkan kebahagiaan bagi diri sendiri.
  • Hal ini-pun berlaku ketika anak sudah menginjak remaja dan mulai menjalin hubungan pacaran, sehingga dengan nilai/ kata kunci “Cinta”, “Resmi”, maupun “Orang tua Percaya” yang telah tertanam dalam prinsip hidup anak, kondisi mental anak akan relative sudah siap untuk menjaga diri sendiri dari godaan untuk melakukan hubungan seksual sebelum waktunya, walaupun dengan pacar sendiri.
6. Yang terakhir dan tak kalah pentingnya, adalah PANUTAN dari orang tua. Tanpa “PANUTAN” yang sesuai dengan kenyataan yang dilihat anak, maka langkah 1 s/d 5 akan menjadi kurang efektif, atau lebih tepatnya, sia-sia.
Seperti sebuah pepatah mengatakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Demikian juga dengan perkembangan mental pada generasi muda masa datang, khususnya anak-anak kita.
Kita tidak dapat memperbaiki masa lalu, kita tidak dapat menutup diri dari perkembangan jaman, kita juga tidak dapat menghindari kemajuan teknologi yang sangat cepat, tapi kita dapat belajar dari kesalahan dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih baik. Dan, itu semua tergantung dari diri kita masing-masing saat ini.
Selamat menjadi orang tua yang berbahagia!  ^_^
Penulis :
Siti Marini Wulandari, M.Psi., Psikolog, dan
Suwito Hendraningrat Pudiono, M.Psi., Psikolog